Postingan

Menampilkan postingan dengan label kecerdasan

Ada Cinta Dari Dapur

Rabu (10/1) dimulai dengan hari yang berat untuk saya karena dari pagi anak-anak sudah ribut. Selanjutnya, demi menghilangkan stress, saya memilih melakukan pekerjaan ringan tapi menyenangkan untuk anak-anak. Akhirnya pagi itu saya sukses mengatasi stress saya dengan membuat rumah bertabur kacang hijau. Saya sengaja memilih membersihkan kacang hijau 1/2 kg untuk dilakukan bersama anak-anak. Kakak berlatih mengucapkan kacang hijau dan bunda memberi pengertian kacang hijau mau dipilah, "yang bagus diletakkan di wadah dan yang jelek di plastik, oke?". The answer was "oke", but in reality, Kakak just help me spread out the mung bean in the floor, the same thing her little sister did. Saya sih santai saja, membiarkan mereka mainan kacang hijau di lantai. Sesekali mengingatkan untuk memasukkannya ke dalam wadah. Tapi apa mereka mau? Sama sekali tidak, malah tambah "semebar" kemana-mana. But i did enjoy that moment. Karena 3 jam saya hanya duduk memilah dan m...

Mengenal Hewan

Selasa (9/1) kami belajar mengenal hewan melalui buku. Awalnya saya agak pesimis karena sebelumnya Kakak bilang takut pada beberapa gambar hewan di buku Why Animal. Memang menakutkan sih ya gambar simpanse, singa, dan badaknya, tapi kemudian dia antusias dengan buku itu. Mulailah kami membaca buku tersebut. Buku yang dipinjam dari perpustakaan DD Pendidikan itu sudan hilang beberapa halaman depannya, jadi kami langsung melompat ke bagian hewan yang hidup di sabana. Wah, serem-serem tetapi anak suka. Kakak berkenalan dengan hewan yang hidup di sabana afrika, antara lain antilop, gnu (susah sekali pelafalannya), zebra (she likes it so much), kuda, kuda nil, dan sebagainya. Di cerita tentang zebra, Kakak juga belajar mengenai emosi sedih saat melihat zebra ditikam oleh kawanan singa dan hena. Ya, saat itu di buku menceritakan tentang bagaimana bertahan diri dan bagaimana rantai makanan. Dia nampak bosan setelahnya dan kami lompat ke bagian pinguin. Alhamdulillah melalui buku pinjama...

Mendekatkan Anak dengan Al Qur'an

Al Qur'an merupakan petunjuk hidup orang di dunia. Ibarat mesin elektronik yang dibuat dengan buku manual, maka Allah juga menciptakan manusia diaertai petunjuk pedoman hidupnya. Supaya bisa menjalani hidup dengan benar, maka Al Qur'an wajib dibaca dan dipahami. Untuk membiasakan anak supaya mau dan mampu membaca Al Qur'an, maka orang tua berkewajiban mendekatkan anak ke Al Qur'an sejak dini. Kami berusaha mendekatkan mereka dengan memberikan teladan tilawah Al Qur'an setiap hari. Memamg membiasakan sesuatu hal pada anak-anak paling efektif adalah dengan memberikan teladan. Meski bagi saya sendiri masih PR besar untuk konsisten 1 juz per hari, namun saya benar-benar mengusahakan mengaji tiap sempat. Idealnya memang meluangkan waktu tertentu, akan tetapi ada saja godaannya. Seingkali baru buka mushaf, mushaf direbut kemudian dibaca "a'udzubillah" berulang-ulang oleh anandam ataupun baru buka selesai ta'awudz si kecil menutup mushaf dan minta ...

Melatih Ketangkasan Anak

Hari Sabtu (6/1) kemarin kami sekeluarga beramai-ramai main di lapangan. Kegiatan yang kami lakukan adalah olah raga sore, bermain badminton, sepeda dan sepak bola. Anak-anak memang senang dengan aktivitas outdoor. Sehari-hari mereka pasti ke lapangan entah hanya untuk main lompat tangkap sama bunda, lari-lari dan bahkan naik sepeda. Oya, jalanan di kompleks perumahan kami rusak parah, karena itu anak-anak suka sekali main sepeda di lapangan voli yang alus. Bukan hanya anak saya, tapi juga anak-anak yang lain, bahkan jika ingin main sepatu roda mereka harus jalan ke lapangan dulu. Nah, sebenarnya juga kami tidak punya bola sepak. Pas di jalan lihat ada bola, sama adek langsung diangkut. Selanjutnya ayah minta ijin untuk memakai bolanya dan dipebolehkan (gimana enggak boleh, udah dibawa adek). Jadi, Ayah sore itu bermain multi peran, partner badminton bunda juga pelatih bola adek sambil mengawasi kakak maen sepeda. Bunda mah fokus aja badminton membakar lemak, haha :D Nah, selain me...

Belajar Melalui Lagu

Ahad (7/1) kemarin Bunda menderita perut tidak nyaman, dan alhasil tidur hampir 15 jam seharian. Meski lagi ga enak body proyek tetap harus dijalankan. Kakak sih sebenernya yang bener-bener antusias malah melakukan tantangannya. Sedangkan bunda hanya bebaring di atas kasur sambil meninabobokkan si kecil. Ya, kami hari itu belajar kosa kata dengan lagu "Tik tik tik bunyi hujan di atas genting...". Kami bernyanyi sekaligus bermain peran. Kakak sebagai Bu Guru memegang mikrofon (lampu LED yang sudah mati) bernyanyi terlebih dahulu. Setelah selesai, mikrofon diserahkan ke bunda dan bunda harus mengulang nyanyiannya. Riang bukan main anak-anak melihat kekonyolan bunda bernyanyi dengan mikrofon. Bunda berusaha menyanyi dengan mempertegas kosa kata yang belum bisa kakak lafalkan dengan benar, seperti genting, air, turun, terhingga, dahan, ranting dan pohon. Selain belajar kosa kata, Kakak tentunya belajar dan mengenang memori menyenangkannya tentang hujan. Di kala hujan datang k...