Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komunikasi Produktif

Aliran Rasa Games Level 1 BunSay IIP

Menyelesaikan games 10 hari tantangan kuliah bunda sayang IIP ternyata bukan urusan mudah. Awalnya cukup konsisten setiap hari menuliskan cerita komunikasi produktif (meski kadang tidak produktif). Akhirnya merasa bosan karena sepertinya mengajarkan hal itu-itu saja diulang-ulang. Sampai kemudian saat pertengahan games kami sekeluarga outing dan saya tidak sempat menuliskan komprod dengan anak. Mulailah saya menunda-menunda mengerjakan tugas tantangan 10 hari. Untuk kembali mengerjakan tantangan ini, saya membaca ulang materi komunikasi produktif dan mencoba menerapkan poin per poin do and dont dalam komunikasi produktif terhadap anak. Ternyata, lebih enak mengerjakan satu poin dalam sehari sampai minimal 10 poin bisa diselesaikan, daripada mengerjakan secara acak dan akhirnya terjadi pengulangan dan terkesan monoton. Dengan mengerjakan poin per poin juga membantu saya mengingat-ingat materi komunikasi produktif dan lebih bisa fokus terhadap pembelajaran apa yang akan dilakukan ha...

Capek

Gambar
Ya, Kakak Fa saat ini sudah bisa mengungkapkan rasa capeknya dengan berbicara. Sebelumnya, Kak Fa mengekspresikan capek dengan minta gendong terutama saat jalan-jalan bersama. Dan sejak bisa bilang "capek", kakak paling cuma cemberut sambil mengekspresikan keberatan untuk berjalan. Bunda kadang hanya tersenyum kemudian bilang, "kalau capek, kita berhenti dulu ya, istirahat". Namun, bila tidak ada tempat yang teduh untuk duduk dan jarak ke rumah masih relatif dekat, bunda hanya menyemangatinya. Bunda menggandeng tangan mungilnya kemudian berkata, "semangat ya Nak, sebentar lagi sampai rumah". Kak Fa tidak banyak protes karena dia sendiri yang menavigasi tujuan jalan-jalannya mengitari kompleks. Karena itu, dia bisa menaksir sendiri seberapa berat perjalanan yang akan dia tempuh. Adek pun tidak kalah mandirinya sekarang. Dia sudah tidak mau kalah dengan ikut berjalan kaki bersama kakak. Kalau capek atau sekiranya dia melihat atau mendengar sesuatu yang men...

Bersegera Memenuhi Permintaan Anak

Semenjak kecil anak-anak sudah dibiasakan untuk sholat, terlebih oleh ayahnya mereka diajarkan sholat tepat waktu. Jika bersama bunda saja, kadang sholatnya masih ngaret. Tapi, bila ayah di rumah, otomatis anak-anak akan sholat tepat waktu karena ayah hampir selalu ikut jama'ah di masjid dengan mengajak serta anak-anak. Nah, pelarajan dari ayah langsung terserap cepat oleh Kakak Adek Fa, terutama sejak 3 minggu lalu. Ya, 3 minggu lalu kami pindah rumah dan di rumah yang baru dekat dengan masjid. Suara adzan terdengar nyaring. Berbeda waktu tinggal di rumah kontrakan yang jarak masjidnya jauh sehingga adzan pun kadang tak terdengar. Duo kakak adek ini sedang semangat-semangatnya mengingatkan bunda. Ketika adzan berkumandang, mereka langsung girang, adzan....adzan...ayo bunda sholat. Mau tak mau, bunda pun segera ambil air wudhu. Seperti hari ini, Kakak mengajak bunda sholat dan istimewanya, untuk pertama kalinya dia mengikuti bunda sholat dari awal sampe akhir, meski masih tolah...

Berbagi Ya, Nak...

Setelah puas lari-larian di TWM, akhirnya anak-anak menemui titik capek juga. Tidak hanya anak-anak, emaknya pun ikut capek dah kurang tidur karena semalaman begadang menunggui anak-anak yang selang-seling tidur bangun dan nangis. Jadilah hari itu capek bertumpuk dan alhamdulillahnya anak ngajak tidur siang, lama dan pulas. Sore harinya, ayah pulang membawakan lego baru. Seperti tak rela berbagi, kakak ngekepin lego dan adek tidak boleh ikut main. Bunda: Kak, lego yang belikan siapa? Kakak: Ayah... Bunda: Ayah ya... (bunda ke ayah) Yah, legonya untuk siapa? Ayah: Ya untuk maen bareng-bareng sholihah Bunda: Nah, kak, untuk maen bareng sholihah... berbagi sama adek ya? Kakak: Enggak, untuk Kakak (masih kekeh ga mau berbagi) Bunda: kalau berbagi disayang Allah Kakak: Enggak Bunda: Lihat adek, pengen main juga... berbagi ya ya ya? (mencoba membujuk dengan ramah dan mengulang kata berbagi) Kakak: Enggak... Bunda: Hmm... ya sudah kalau begitu, adik main sama bunda. Kemudian bu...

Family Day Out, the Date

Gambar
Rabu lalu akhirnya Kakak kesampaian naik bis gedhe. Perjalanan ini sempat diwarnai insiden gagal naik bis di titik kumpul pertama karena bis terjebak macet. Kami pun putar arah menuju titik kumpul kedua. Anak-anak sampai kelelahan di motor selama 1 jam 10 menit. Tapi yang lebih lelah Ayah, yang mengendarai motor menembus macet sana sini di Bogor. Sebenarnya kami tidak terlambat untuk sampai titik kumpul pertama di Bogor Icon berkat persiapan pagi yang sangat lancar. Anak-anak kooperatif, mungkin karena sudah disounding sehari sebelumnya. Adek sudah bangun sedari subuh, menemani bunda siap-siap. Ketika semua siap, tiba saatnya membangunkan kakak. Bunda: Kak, assalamu'alaykum ( lalu membacakan doa bangun tidur...) Kakak: Sedikit membuka mata, tapi masih enggan bangun Bunda: Seperti yang bunda bilang kemarin, kita hari ini berangkat pagi-pagi ya, mau naik bis... Kakak mulai agak membuka mata Bunda: Kita langsung mandi ya, karena sudah mepet ini waktunya. Segera mandi dan beran...

Mau Naik Bis Gedhe

Ya, inilah salah satu keinginan anak saya. Akhir-akhir ini, dia sering kali mengajak Bunda naik bis, sama Ayah, Adek dan Bunda. Kemana? Ya pokoknya naik bus gedhe (Big Bus). Selama itu, bunda hanya bisa mengingatkan dia, dulu saat berusia 1 tahun 10 bulan, pernah naik bis gedhe jalan-jalan ke taman safari bersama teman kantor Ayah. Tapi yang namanya anak kecil, dia tidak ingat. Kebetulan saya mengikuti komunitas edukasi anak, hsri Rabu tanggal 8 kemarin ada Family Day Out di Taman Wisata Matahari. Saya mencoba soundig semenjak beberapa hari sebelumnya bahwa keinginan Kak Fa nail bis gedhe akan segera terwujud. Dan seharu sebelumnya, sedari pagi bunda mengingatkan besok kita akan piknik naik bis gedhe. Kakak Fa senang bukan main, sampai sore haripun dia mengulang-ulang cerita bersama adeknya Kakak: Besok kita naek bis gedhe ya Dek, sama Ayah, sama Adek, sama bunda (dan semua orang yang bisa dia sebutkan namanya dia sebut satu persatu) Bunda: Wah, banyak sekali yang ikut ya. Bis g...

Maaf, Ya...

Gambar
Duo kakak beradik Fa sangat suka menguji emosi bundanya. Kemarin seharian alhamdulillah mereka berdua akur dan anteng. Dari pagi kita asik masak-masak, dari nasi uduk karena bunda pengen, lanjut goreng-goreng dan ngulen donat. Anak berdua kompak senang kalau lihat bunda ngadon tepung, entah dibikin siomay atau donat. Mereka terlihat excited dan aktif colek-colek tepung dan comot-comot adonan. Karena kakak makan adonan mentah, adek ikut-ikutan. Apalagi pas mulai ngebentuk donatnya, Bunda tidak pernah diam ngingetin kakak adek biar tidak ngobrak-abrik donatnya. Kelelahan sepanjang pagi dibalas sama kebaikan mereka berdua yang khusyuk nonton video kura-kura lalu tidur pulas meski sebentar. Ya, meski sebentar, itu anugerah buat bunda. Jadi, bunda bisa istirahat dan menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda. Siangnya, kami main loncat-loncatan. Bergantian kakak-adek menjadikan bunda pijakan untuk naik turun sofa. Sampai adek akhirnya nendang bibir bunda yang belum sembuh setelah kej...

Malas Pakai Baju

Gambar
Ritual lain yang cukup menguras kesabaran adalah memakaikan kakak baju. Hah? Usia 2 tahun 9 bulan belum bisa pakai baju sendiri? BISA. Tetapi kalau malasnya kambuh atau ingin ngerjain bunda mah apapun bisa dilakukan. Kayak sore kemarin, sehabis membujuk mandi dan berhasil memandikan tanpa Kak Fa menangis, giliran tantangan berikutnya memakaikan baju. Awalnya, saya hanya menyiapkan baju didekatnya karena kadang dia mau memakai baju sendiri. Setelah menunggu sekian menit dia masih asyik main, bunda mulai intervensi... Bunda: Kak, bajunya mana? Tadi sudah bunda siapkan... Kakak: masih asik main Bunda: Kak, pakai bajunya ya... Nah, itu ada di atas kasur. Segera dipakai ya... Kakak: Tetap main... Bunda: Kalau begitu, bunda bantu pakai baju ya... kan saru kalau ga pakai baju. Biar cantik sholihah pake baju ya... biar ga gatal-gatal juga badannya Kakak: Asik main sambil bunda pakein baju tanpa perlawanan Begitulah, sama anak kadang monolog. Dia diam, asik main, tidak merespon, tapi...

Ayo Mandi, Kak

Gambar
Semenjak usia 2 tahun, Kakak sering sulit diajak mandi. Seringnya saya tidak sabar ketika mengajaknya mandi sore hari. Alhasil Kakak menangis sepanjang saya memandikannya. Pun sore kemarin, ketika semenjak Ashar diajak mandi, kakak selalu menolak. Berbeda dengan Adek yang sampai saat ini selalu riang, senang dan ber hore ria ketika bertemu air. Sampai menjelang maghrib dia ke kamar mandi untuk buang air kecil, masih saja Kakak menolak diajak mandi. Kakak langsung menuju ruang depan dan berbaring. Bunda mendekati kakak dan berusaha membujuk mandi. Kali ini bunda berusaha membujuk dengan memberi alasan-alasan singkat supaya Kak Fa mau mandi. Bunda: Kak, mandi yuk.... Kakak: Enggak (sambil garuk-garuk badan) Bunda: Biar bersih Kak, badannya seger... Kakak: Diam dan garuk-garuk badan sehingga beberapa bagian memerah Bunda: Kak, mandi itu biar kumannya pergi, jadi Kakak tidak gatal-gatal gini... Kakak: Gak mau Bunda: Coba lihat, baju kakak juga kotor. Kita lepas, terus mandi. Oke?...

Belajar Minta Maaf

Gambar
Pagi ini seusai sarapan, kakak biasa ngelendot manja ke ayahnya yang masih rebahan. Tak sengaja kaki Kakak yang tidak bisa diam menendang mulut Ayah sampai Ayah merasa sakit. Ayah menegur Kakak supaya tidak sembarangan nendang. Setelah agak tenang, bunda kemudian bicara sama Kakak. Bunda: Kak, tadi abi kenapa? Kakak: Sakit kena Kakak Bunda: Ketendang? Kakak: Iya... Bunda: Sengaja tidak Kak? Kakak: Sengaja... Bunda: Kakak yang baik ya. Sama Ayah juga baik. Ayok minta maaf ke Ayah... Kakak: Enggak Bunda: Yuk, minta maaf (bunda kemudian cium tangan dan pipi Ayah)... Kakak: Enggak Yah, saya berusaha menggunakan kalimat positif, mengajaknya berbuat baik, bukan melarangnya berbuat jahat. Saya juga memberi contoh untuk meminta maaf. Ternyata belum berhasil. Sebelum-sebelumnya Kakak cukup kooperatif, mungkin kali ini masih malas saja belum mau ikut minta maaf ke Ayah. Saat menjelang siang, sambil ngemil mangga bunda ngajak kakak berbincang lagi. Bunda: Kak, enak mangganya? Ka...

Memanjangkan Nalar

Gambar
Hari ini hari yang cukup berat, sedari pagi sudah mulai banyak keselnya karena beberapa hal. Padahal sudah diniakan untuk ngobrol asik bareng anak sulung saya (Fathiya, 2 tahun 9 bulan). This beautifull little girl memang kalau ngomong masih belum lancar banget, tapi sekarang dia lagi masa-masanya suka bercerita dan bersenandung. Dia betah bercerita dan biasanya selalu ingin cerita panjang-panjang. Sayangnya kosa kata masih terbatas, jadi kalau cerita masih suka diulang-ulang. But overall, as a mom, i am proud of her, really proud. Hari ini seperti biasa, dia suka maen dan ngusilin adeknya. Seharian isinya tertawa karena pada kerja sama pas main, tapi tak jarang sang adek kena senggol dikit nangis. Ujian benar untuk saya, di sore sehabis ashar sewaktu saya masak, mereka bermain motor. Entah bagaimana ceritanya motor ambruk dan hampir nimpa adek. Mereka berdua nangis keras. Kakak lari masuk ke rumah, adek terjepit diantara motor dan pagar. Refleks saya menyalahkan sang Kakak dan memar...