Postingan

Menampilkan postingan dengan label anak mandiri

Momong Adek

Kakak Arin alhamdulillah sekarang bisa momong Adek. Bisa bercerita dan memberi pengertian ke Adek akan suatu hal. Bisa ngecup-cup adek semisal adek nangis. Kakak bahkan sudah bisa protes kalau dia ngomong ga didengarkan, baik oleh Bunda ataupun Adek. Jadi sekarang harus benar-benar pay attention buat Kakak ketika dia ngomong dengan cepat dan banyak (tanpa jeda) #tantangan10hari #gamelevel7 #kuliahbunsayiip #setiapanakadalahbintang

Merayu

Salah satu kemampuan komunikasi Kakak Arin sekarang adalah merayu Bunda. Hihi, ga tau ni, sepertinya sejak diajak training Hypnoparenting, dia suka senyum2 dan bilang "Bunda, marah ya?". Marah sih iya, cuma langsung ilang liat tingkah nggemesinnya. Alhamdulillah training hypnoparenting ga hanya bermanfaat bua ayah bunda, tapi buat Kakak yang punya jurus baru menghadapi kemarahan bunda. #tantangan10hari #gamelevel7 #kuliahbunsayiip #setiapanakadalahbintang

Meniru Perintah Bunda

Namanya anak-anak ahli meniru. Kakak termasuk anak-anak yang keiginan bicaranya banyak. Bahkan saking (mungkin) tidak ada bahan yang diomongin, dia suka meniru kata-kata bunda. Dan yang paling seneng banget dia lakukan adalah menirukan bunda memberi perintah, nasehat ataupun peringatan ke adek. Hihi, ketauan ya Bundanya suka ngatur ini itu. Dalam teori komunikasi produktif ga boleh lho ya ngasi-ngasi peringatan/ancaman ke anak, tapi masih kadang suka kelepasan aja. Bismillah ya, dengan Kakak niru-niru bisa jadi bahan evaluasi biar bunda lebih baik tutur katanya ke anak2... #tantangan10hari #gamelevel7 #kuliahbunsayiip #semuaanakadalahbintang

Menirukan Ngaji

Momen Ramadhan tentunya ayah bunda tambah sregep mantengin Al Qur'an ya. Nah, si Kakak juga sekarang ikut-ikutan baca Al Qur'an. Meski dia mengulang-ulang Al Fatihah dan An Nas saja. Bunda sudah seneng Kakak sudah lumayan lancar baca Al Fatihah dan bisa menirukan bacaan Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas dan ayat-ayat awal An Naba. #tantangan10hari #gamelevel7 #kuliahbunsayiip #semuaanakadalahbintang

Menirukan Lagu

Kakak lagi seneng nonton video Momon tentang menjaga lingkungan. Dalam video berdurasi 24 menit itu, dia suka melihat monyet dan kura-kura yang suka membuang sampah. Sayangnya si monyet buang sampah di sungai, sampai2 dia menghasut kura2 ikut buang sampah ke sungai. Nah, lagunya juga menyenangkan. "Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah ditempatnya"... eh, setelah beberapa kali menonton video, kakak suka mengikuti lagu tersebut. Lagu itu juga bisa bunda gunakan untuk mendorong Kakak buang sampah di tempat sampah... #tantanga10hari #gamelevel7 #kuliahbunsayiip #semuaanakadalahbintang

Berkenalan dengan Badut

Sabtu (13/1) Kakak Fa mendapatkan udangan ulang tahun dari tetangga. Sebenernya ini baru pertama Kak Fa pergi ke acara Ultah. Bagi kami orang tuanya juga acara itu tidak begitu penting. Tetapi, demi mengenalkan mereka pada lingkungan (karena kami baru pindah ke perumahan ini) dan supaya tidak menciderai perasaan yang ngundang (yang nyampein undangan Bu RT, masak iya ga dateng nanti ditanya-tanya emaknya), kami memutuskan datang. Kakak jadi tahu, jika diundang ke acara ulang tahun maka dia harus membawa kado. Untuk urusan kado ini diem-diem saya yang bungkus. Kalo mereka tau kadonya apa, bisa dipake maen sendiri. Dan, untungnya Kakak rela ya saat bungkusan kado itu diserahkan ke yang ultah. Kakak juga jadi tahu apa itu badut dan boneka Frozwn raksasa. Dia sukses nangis ga mau masuk ke tempat ulang tahun. Akhirnya kami di luar asik ngobrol sama ibu-ibu lain yang gak kebagian tempat duduk. Antri, ya, anak ini belajar antri untuk dapet bingkisan snack ultah. Acara mengantri gagal den...

Membaca Buku Pilihan Kakak Fa

Beberapa pekan lalu kami berkesempatan main ke UI dalam rangka jalan-jalan nengok IBF (Islamic Book Fair). Ada 2 hal yang memang kami cari untuk Kakak, puzzle dan buku. Dan alhamdulillah kami mendapatkan 2 barang tersebut. Saat di pameran, sebenarnya kami tidak bisa leluasa memilih buku. Duo Fa asik keliling sendiri, sampe kami kehilangan mereka dan panik sendiri mencari mereka. Akhirnya kami banyak duduknya sambil mendengarkan artis cantik Meyda Safira membedah bukunya. Kakak pulang membawa puzle dan buku pilihannya sendiri. Bahkan buku itu sampai di-kekepin-, belum dibayar sudah dibawa lari. Padahal kami sudah punya bukunya di Jogja. Tak apalah, kami menghargai keinginan bulatnya untuk memilih buku tersebut. Dan akhirnya, hari-hari ini kami habiskan membaca buku tersebut, sampai dia hafal ceritanya. Pun malam hari Jum'at (12/1), sebelum tidur kakak meminta dibacakan buku Piyo kesayangannya. Dari buku itu, Kakak belajar mengenal hewan dan hewan yang diberi nama. Seperti toko...

Mandi Tanpa Keramas

Gambar
Alhamdulillah, bersama bunda Kak Fa lancar mandi sendiri. Masih sesekali diberi instruksi untuk meratakan sabun ke badannya karena bagian tangan dan kaki suka terlewat. Pagi tadi, bunda usap-usap kepala Kak Fa, ternyata oh ternyata kusut sekali. Baru ingat sejak dimulainya games level 2, Kak Fa mandi sendiri tanpa keramas :( Pagi tadi bunda minta Kak Fa untuk keramas, tapi anaknya belum mau. Biasanya yang sukses membujuk Kakak keramas adalah ayah, karena ayah lebih sabar dan lembut. Berbeda sekali dengan bunda yang suka gebyar gebyur, kadang keramasin Kak Fa tanpa ijin dan alhasil Kak Fa ngambek lari-lari tidak mau bilas. Sore ini, tantangan berikutnya untuk mengkomunikasi-kan pentingnya keramas dan memantik Kak Fa belajar keramas sendiri. Alhamdulillah pelajaran menghargai air kemarin masih dilakukan oleh Kak Fa... Sore datang, dan akhirnya bunda berhasil membujuk Kak Fa keramas. Kak Fa suka kaget kalau diguyur air dalam jumlah banyak langsung di kepalanya. Saya akali mengg...

Belajar Menghargai Air

Gambar
Pagi ini Kak Fa mau mandi saat bunda sedang mencuci pakaian. Karena memang sudah mulai pintar mandi sendiri, pada hari ke 4 ini Bunda beri tambahan pelajaran menghargai air. Biasanya Kak Fa mandi sembari nyebur ke bak mandi. Alhasil banyak air yang terbuang. Oleh saya sisa mandi di bak tentu tidak di buang. Bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Kak Fa menurut untuk tidak masuk bak air. Dia mulai mandi dengan melepas celananya sendiri, kemudian meminta bunda membantu melepaskan gamis yang cukup ribet untuk dia lepaskan sendiri. Kak Fa minta gosok gigi, selepasnya menyiramkan air 2 gayung tidak penuh (cukup membasahi seluruh tubuh mungilnya). Dia mulai menggenggam sabun dan membusakannya, menyisirkannya ke bagian depan tubuh, melewatkan anggota badan yang lain. Bunda minta untuk meratakan sabunnya tapi dia menolak, lanjut membilas badan 2-3 gayung, and she said done... oke, done sabun tidak rata tidak apa-apa. Ini belajar... semangat! Sore harinya, karena ada ayah di rumah, Kak ...

Tantangan Mandi Sendiri

Gambar
Kenapa kemudian saya memilih tantangan mandi sendiri? Well, sebenarnya karena Kak Fa memang beberapa kali sebelumnya meminta mandi sendiri. Pas momennya ketika mendapatkan tugas melatih kemandirian anak. Untuk beberapa kegiatan lain seperti Toilet Training, makan sendiri, memakai baju sendiri yang sudah bisa Kak Fa kerjakan sendiri, akan dilatihkan secara konsisten setelah ini. Hari ini Kak Fa mandi pagi didampingi Bunda dan dia menyikat gigi sendiri, memakai sabun sendiri serta membilas sabun sendiri dengan lancar. Sedangkan mandi (kelewat sore) didampingi ayah. Bunda mendengar Kak Fa meminta gosok gigi (karena ayah suka lupa sama gosok gigi) dan kata Kakak dia mandi sendiri (padahal sepertinya Ayah sedikit membantu karena keburu ketinggalan sholat maghrib berjamaah). Yah, gagal mandi sendiri hari ini... :( #harike3 #tantangan10hari #gameslevel2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayiip ***Kak Fa hari ini ikut Bunda yang ada agenda diskusi. Pas teman-temannya minum minum...

Tiap Anak Memiliki Kodrat Mandiri

Gambar
Saya sedang membaca sebuah buku pendidikan anak yang cukup pas dengan game level 2 kuliah Bunda Sayang IIP ini. Buku berjudul 'Anak Bukan Kertas Kosong' karya Bukik Setiawan memuat prolog tentang ajaran ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. Dalam prolognya, Bukik memaparkan 3 pilar pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara yaitu: 1. Anak mempunyai kodratnya sendiri yang tidak bisa diubah oleh pendidik. Pendidik hanya bisa mengarahkan tumbuh kembangnya kodrat tersebut. 2. Belajar bukan menambahkan pengetahuan, tetapi menumbuhkan potensi anak. 3. Keluarga adalah pusat pendidikan. Orang tua mungkin bisa mendelegasikan pengajaran anak kepada kaum ahli, tetapi pendidikan anak tetaplah tanggung jawab orang tua dan peran orang tua tidak bisa digantikan oleh siapapun maupun lembaga manapun. "pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasny...

Melatih Kemandirian Anak

Gambar
Setiap anak itu spesial dan memiliki kemampuan untuk belajar. Tugas kita sebagai orang tua untuk mendampingi anak supaya dia bisa berkembang sesuai fitrahnya. Meski sedari lahir anak memiliki bakat alamiah, akan tetapi anak tetap perlu belajar untuk bisa melakukan sesuatu. Misalnya ketika proses bayi tengkurap, merangkak, berjalan. Masing-masing menempuhnya dengan cara yang berbeda, sesuai kemampuan alami mereka.  Saya melihat jelas perbedaan proses ini pada anak pertama dan kedua saya sendiri. Anak pertama saya melewati fase tengkurap dan merangkak dengan banyak belajar kuda-kuda (menggoyangkan tubuhnya yang ditopang kedua kaki dan tangan ke depan dan belakang), lantas maju melemparkan tubuhnya, sampai lama kelamaan dia bisa merangkak. Sedangkan anak kedua saya tidak melewati fase kuda-kuda, tetapi  dia nglangsut  sampai akhirnya baru bisa merangkak.  Saya merasa, anak kedua ini cukup gigih ketika menginginkan sesuatu, karenanya alih-alih menunggu bisa meran...