Postingan

Menampilkan postingan dengan label profesional

Pohon Literasi

Gambar
Aslinya, tantangan level 5 ini, selain menstimulasi anak suka membaca, orang tua juga harus baca lho... kalau saya, saya baca terus tiap hari, bacain bacaan anak-anak, yang kebanyakan diulang tiap harinya. Saya sih inisiatif ambil yang lain, tapi anak tetep punya mau sendiri, dan akhirnya ikut maunya anak... Kadang, saya yang merasa hafal nekat aja mau story telling, eh, si anak tetep maunya dibacain... yah, baca lagi yang itu2 terus ya Nak, sabar, setiap hari ceritanya ga sama persis, hehe... Yang kasian juga adek, kaya kemarin minta dibacain burung dan nabi ibrahim, sama kakaknya disrobot ga boleh, akhirnya bunda baca kisah Nabi Ismail deh... cup cup adek, semoga kalau we time berdua bisa puas-puas baca yang dimau adek ya... Tantangan pohon pun dikejar 2 hari ini, namun masih belum selesaiii, tinggal isi, tapi rebutan ama anak... dan alhasil si pohon di orat-oret sendiri sama mereka :( tapi gapapa, kan emang itu pohon kaliaaan. Maaf ya Nak, cuma 2 buku bunda bacakan hari ini,...

Ketika Anak Suka Dibacakan Buku

Wah, mode males emak masih on sampe hari Ahad. Bener-bener full kegiatan sampe ngantuk tak tertahankan. Akhirnya jam 7 malem dengan alibi menemani Adek tidur, bunda ketiduran sampai pagi harinya. Dan ternyata alhamdulillah, ayahnya bacain banyak buku. Mulai dari buku anak-anak sampai buku sejarah yang memang lagi dibaca ayahnya. Sayang, ayahnya ga inget pasti bacain apa aja, tapi antara lain 99 Doa Pilihan, kisah Nabi Musa dan Syu'aib, dan Dari Puncak Baghdad. Selain itu, kakak juga hafalan diulang-ulang surat al Fatihah dan beberapa doa. Akhirnya mereka berdua tidur, adek jam 9 dan kakak jam 10. #harike03 #tantangan10hari #gamelevel5 #kuliahbunsayiip #fothistochangeimustchangefirst

Menumbuhkan Minat Baca Anak

Membiasakan anak membaca dimulai dari kebiasaan orang tuanya membaca. Dan orang tua juga harus mengalahkan segala rasa lelah untuk membacakan anak berbagai buku cerita. Lelah dan terutama malas bener-bener musuh yang harus dilawan supaya budaya literasi anak-anak bisa tumbuh, dan tetep tumbuh subur dikala keinginan membacanya kuat. Hal ini yang saya rasakan di weekend kemarin yang lumayan banyak agenda offline dan kerjaan online... akhirnya ke skip hari kamis ga baca, jumat baca banyak banget, dan sabtunya alhamdulillah masih bisa baca walau sedikit. Dan keinginan membaca ini alhamdulillah lahir murni dari anak-anak. Jujur, sayanya sedang pusing dan lelah. Karena itu tidak banyak mengajak mereka membaca. Adek minta dibacakan burung hud-hud seperti biasanya, dan kakak doa-doa pilihan, gajah abrahah, dan kisah nabi Muhammad. Alhamdulillah, masih pada semangat baca meski ibunya ogah-ogahan. Yuk bunda, lawan lelah dan malas supaya anak semakin gemar membaca. #harike02 #tantangan10ha...

Belajar Gaya Belajar Anak

Setiap anak itu unik dan memiliki cara belajar tersendiri. Seperti diketahui, ada beberapa tipe belajar anak, visual, auditori dan kinestetik. Bisa saja anak memiliki ke-3 tipikal belajar ini, tapi pasti ada salah satu yang dominan. Bagaimana mengetahuinya? Dari mengamati keseharian anak tentunya. Pada kesempatan ini, saya ingin mengamati tipe belajar visual. Dalam materi Bunda Sayang level 4, ada beberapa ciri yang dipaparkan, yaitu; 1. Bicara agak cepat Ya, Kak Fa termasuk anak yang bicaranya agak cepat. Baru saya sadar tadi ketika dugem bersama emak yang mengomentari Kak Fa yang lucu banget bicara cepet. Selain bicara cepet, dia mulai suka sekali bercerita... 2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi Nah, yang ini belum terlalu terlihat, cuma Kak Fa saat ini dalam kondisi suka pilih-pilih baju yang mau dipakai, seperti pagi tadi dia memilih memakai baju gaun bagus hanya untuk bermain di rumah. Tapi, memang anak cewek nalurinya suka yang cantik-cantikan? s...

Belajar Menyambut Tamu

Hari Kamis (11/1), kami sekeluarga belajar menyambut tamu di rumah. Agendanya memasak burjo dan menata rumah. Dua kegatan ini kami lakukan dalam rangka memuliakan tamu, biar tamunya senang juga mengunjungi rumah kami. Alhamdulillah sejauh ini kami sangat senang saat ada tamu bertandang ke rumah. Apalagi jika anak kecil yang datang, kakak sangat senang mempunyai teman untuk diajak bermain. Saya sengaja ga bikin camilan macem-macem karena tidak memungkinkan memasak sambil membersamai anak main. Selain itu tamunya (teman-teman arisan saya) bawa makanan sendiri (hehe). Tapi ya tetep ada lah ya yang disuguhin, makanya memilih masak burjo yang praktis. Beli santan parut sama tinggal rebus kacang ijo, bisa disambi beberes. Pagi kami habiskan dengan bermain seperti biasa, jalan-jalan keluar rumah. Setelahnya anak-anak tidur, saya malah ngurus lipatan baju. Lumayan sejam disambi-sambi ternyata ga selesai sampai anak-anak bangun. Awalnya memang cuman melipat baju, tapi ujung-ujungnya membere...

Ada Cinta Dari Dapur

Rabu (10/1) dimulai dengan hari yang berat untuk saya karena dari pagi anak-anak sudah ribut. Selanjutnya, demi menghilangkan stress, saya memilih melakukan pekerjaan ringan tapi menyenangkan untuk anak-anak. Akhirnya pagi itu saya sukses mengatasi stress saya dengan membuat rumah bertabur kacang hijau. Saya sengaja memilih membersihkan kacang hijau 1/2 kg untuk dilakukan bersama anak-anak. Kakak berlatih mengucapkan kacang hijau dan bunda memberi pengertian kacang hijau mau dipilah, "yang bagus diletakkan di wadah dan yang jelek di plastik, oke?". The answer was "oke", but in reality, Kakak just help me spread out the mung bean in the floor, the same thing her little sister did. Saya sih santai saja, membiarkan mereka mainan kacang hijau di lantai. Sesekali mengingatkan untuk memasukkannya ke dalam wadah. Tapi apa mereka mau? Sama sekali tidak, malah tambah "semebar" kemana-mana. But i did enjoy that moment. Karena 3 jam saya hanya duduk memilah dan m...

Mendekatkan Anak dengan Al Qur'an

Al Qur'an merupakan petunjuk hidup orang di dunia. Ibarat mesin elektronik yang dibuat dengan buku manual, maka Allah juga menciptakan manusia diaertai petunjuk pedoman hidupnya. Supaya bisa menjalani hidup dengan benar, maka Al Qur'an wajib dibaca dan dipahami. Untuk membiasakan anak supaya mau dan mampu membaca Al Qur'an, maka orang tua berkewajiban mendekatkan anak ke Al Qur'an sejak dini. Kami berusaha mendekatkan mereka dengan memberikan teladan tilawah Al Qur'an setiap hari. Memamg membiasakan sesuatu hal pada anak-anak paling efektif adalah dengan memberikan teladan. Meski bagi saya sendiri masih PR besar untuk konsisten 1 juz per hari, namun saya benar-benar mengusahakan mengaji tiap sempat. Idealnya memang meluangkan waktu tertentu, akan tetapi ada saja godaannya. Seingkali baru buka mushaf, mushaf direbut kemudian dibaca "a'udzubillah" berulang-ulang oleh anandam ataupun baru buka selesai ta'awudz si kecil menutup mushaf dan minta ...

Melatih Ketangkasan Anak

Hari Sabtu (6/1) kemarin kami sekeluarga beramai-ramai main di lapangan. Kegiatan yang kami lakukan adalah olah raga sore, bermain badminton, sepeda dan sepak bola. Anak-anak memang senang dengan aktivitas outdoor. Sehari-hari mereka pasti ke lapangan entah hanya untuk main lompat tangkap sama bunda, lari-lari dan bahkan naik sepeda. Oya, jalanan di kompleks perumahan kami rusak parah, karena itu anak-anak suka sekali main sepeda di lapangan voli yang alus. Bukan hanya anak saya, tapi juga anak-anak yang lain, bahkan jika ingin main sepatu roda mereka harus jalan ke lapangan dulu. Nah, sebenarnya juga kami tidak punya bola sepak. Pas di jalan lihat ada bola, sama adek langsung diangkut. Selanjutnya ayah minta ijin untuk memakai bolanya dan dipebolehkan (gimana enggak boleh, udah dibawa adek). Jadi, Ayah sore itu bermain multi peran, partner badminton bunda juga pelatih bola adek sambil mengawasi kakak maen sepeda. Bunda mah fokus aja badminton membakar lemak, haha :D Nah, selain me...

Belajar Melalui Lagu

Ahad (7/1) kemarin Bunda menderita perut tidak nyaman, dan alhasil tidur hampir 15 jam seharian. Meski lagi ga enak body proyek tetap harus dijalankan. Kakak sih sebenernya yang bener-bener antusias malah melakukan tantangannya. Sedangkan bunda hanya bebaring di atas kasur sambil meninabobokkan si kecil. Ya, kami hari itu belajar kosa kata dengan lagu "Tik tik tik bunyi hujan di atas genting...". Kami bernyanyi sekaligus bermain peran. Kakak sebagai Bu Guru memegang mikrofon (lampu LED yang sudah mati) bernyanyi terlebih dahulu. Setelah selesai, mikrofon diserahkan ke bunda dan bunda harus mengulang nyanyiannya. Riang bukan main anak-anak melihat kekonyolan bunda bernyanyi dengan mikrofon. Bunda berusaha menyanyi dengan mempertegas kosa kata yang belum bisa kakak lafalkan dengan benar, seperti genting, air, turun, terhingga, dahan, ranting dan pohon. Selain belajar kosa kata, Kakak tentunya belajar dan mengenang memori menyenangkannya tentang hujan. Di kala hujan datang k...

Berkunjung ke Perpustakaan

Salah satu rencana yang kami susun di akhir tahun kemarin adalah menumbuhkan budaya literasi keluarga. Kegiatan yang diagendakan salah satunya berkungjung ke perpustakaan setiap 2 minggu sekali. Dan jum'at kemarin tiba saatnya jadwal kami pergi ke perpustakaan di Dompet Dhuafa Pendidikan. Beberapa hari sebelumnya anak-anak sudah disounding dan mereka antusias sekali, selain karena ke perpus DD sama dengan ikut ayah ke kantor, juga di sana mereka bisa puas bermain ayunan, lego, lari-lari di lapangan bola, dsb. Kebetulan kantor ayahnya terletak di Lembaga Pengembangan Insani dan dekat dengan Zona Madina DD. Jadi sudah lengkap deh fasilitasnya. Di LPI, ada PAUD dan TK, jadi mainan anaknya lengkap, ayunan, ptosotan, jungkat-jugkit, jembatan, panjatan, dll. Ada juga Pusat Sumber Belajar yang kids friendly banget, kantin, masjid, lapangan dll. Di ZM ada kantin aneka makanan, saung, lahan outbond, masjid Al Madina yang bikin mata anak-anak dan emaknya berbinar, kolam ikan serta playgrou...

Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Ananda

Game level ke 3 ini berbeda dari yang kemarin-kemarin. Lumayan bikin mikir dan pusing kepala eyke. Nah, apa ya kira-kira proyek yang cocok dan pasangan yang akan dijadikam target? Mengingat game baru saja dibagikan tadi pagi dan seharian sinyal habis sehingga baru tau detil sore ini, saya berusaha mikir dan mencerna dengan cepat. Namun tidak mudah, karena bab kecerdasan ini hal yang baru bagi saya dan termasuk materi golongan berat. Sampai saat menulis inipun saya masih menggali ide apa yang akan kami keluarkan dan kira-kira realistis untuk kami jalankan. Apa sih yang anak-anakku suka? Kakak Fa anaknya suka mengamati dan suka utak-atik. Adek Fa juga sama aja, tapi dia sampai taraf ketika asik bermain dan tidak diganggu dia benar-benar bisa anteng. Kakak karena sudah 3 tahun, mulai suka dibacakan buku dan mulai mengenali cerita. Dia mulai bisa mempertahankan keinginannya, hal yang membuat bangga namun sekaligus membuat saya memutar otak untuk berkompromi dengannya. Oia, hari ini...

Aku Mau Makan Sendiri

Gambar
Kata-kata inilah yang paling dinanti saat mengajarkan anak makan sendiri. Kak Fa sendiri masih belum konsisten belajar makan sendiri, akan tetapi setiap hari dia latihan makan sendiri. Dia mau tanpa paksaan memakan makanan yang sudah disiapkan untuknya. Suka-suka dia, ingin pakai tangan atau sendok. Jika ingin menggunakan tangannya, saya memberikan latihan 1 lagi yaitu mencuci tangan. Kak Fa lebih sering mau cuci tangan setelah makan, bahkan tanpa disuruh. Diajak cuci tangan sebelum makan agak susah, karena terlanjur melihat makanan yang sudah siap. Pagi tadi, Kak Fa makan mie goreng Jawa sendiri, menggunakan sendok kecil favoritnya. Siangnya, dia makan nasi lauk ikan laut dan sayur kankung rebus. Dia sudah mulai bisa menakar seberapa banyak nasi, lauk dan sayur yang pas sesuai porsinya sekali kunyah. Kadang saya geli sendiri ketika melihat dia menyendok nasi dan lauk diulang-ulang, karena proporsi nasi dan lauknya belum pas (menurutnya). Kalau menggunakan tangan, dia lebih mudah m...

Mengajarkan Makan Sendiri

Bagaimana saya memulai mengajarkan Kak Fa makan sendiri di rumah? Biasanya saya menawarkan makan, jika dia mau kemudian makanan disiapkan dalam piring. Untuk makanan kering seperti nasi dan lauk, Kak Fa makan dengan tangannya tanpa sendok. Saat makan sayur berkuah, dia baru memakai sendok. Risikonya, makannya suka berserakan. Seperti pagi ini, dia makan sendiri, bahkan menyuapi adeknya mkan ayam dengan tangan mungilnya Saya lupa kapan tepatnya dia mau makan sendiri. kakau adiknya, memang sejak kecil suka oenasaran dengan makanan, alhasil sejak elajar makan pun dia sudah bekajar makan sendiri. Tapi selama ini saya belum mengajari mereka secara khusus untuk makan sendiri. Jadi, anak-anak kadang masih suka memaksa disuapi. Semoga dalam game melatih kemandirian ini, sukses mengantarkan Kak Fa dan adeknya untuk makan sendiri. #harike11 #tantangan10hari #level2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayiip

Belajar Makan Sendiri (3)

Hari Sabtu memang merupakan akhir pekan uang sibuk. Ayah sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum duo Fa bangun. Saya juga santai belanja meninggalkan anak-anak yang masih terlelap di kamar. Pagi tadi, kami sarapan dengan ayam rebus. Saya menyiapkan makanan berharap Kak Fa mau menyantap makanannya sendiri sembari saya mencuci. Nyatanya malah Dek Fa yang makan sendiri, Kak Fa hanya sedikit sekali makan. Ujung-ujungnya bunda suapin semau Kak Fa. Tidak begitu banyak. Jam 10 giliran saya ada acara, jadi Kak Famakan siang di luar dengan disuapi. Sore harinya, Kak Fa asik main sepeda dan makan dengan disuapi. Ternyata makan sendiri lebih susah dilatihkan daripada mandi sendiri. #harike10 #tantangab10hari #level2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayiip

Belajar Makan Sendiri (2)

Hari ini sarapan Kak Fa disuapin ayah bunda karena kebetulan pagi-pagi sekali ada acara. Makan siang dengan menu sop bakso, Kak Fa minta disuapin. Padahal adek Fa mau makan sendiri, sampai semua baksonya habis menyisakan nasi. Sedangkan Kak Fa, setelah dibujuk bunda, mau makan sendiri beberapa suap. Selebihnya, minta disuapin bunda. Sebelumnya, mereka berdua belajar mengupas bawang merah. Kaka adek asik masing-masing, tidak saling ganggu. Setelah belajar mengupas bawang dan makan, mereka main air dan mandi. Kak Fa alhamdulillah mandi sendiri dan membantu memandikan adek. #harike09 #tantangan10hari #level2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayiip

Belajar Makan Sendiri

Hari ini Kak Fa belajar makan  sendiri. Pagi hari, Ayah menyiapkan nasi goreng untuk sarapan. Bangun tidur sudah pukul 7 pagi saat bunda mengupas pepaya untuk Adek, kakak langsung duduk bergabung makan. Setelah puas makan pepaya, dia melihat mangga dan meminga dikupaskan. Saya awalnya menolak karena Kak Fa belum makan nasi, tapi Ayah menyetujuinya. Jadilah pagi hari Kak Fa kenyang makan buah dan sedikit makan nasi goren buatan Ayah. Kami memang membiasakan menyiapkan makanan di depan mereka, sesekali menawarkan jika waktu makan tiba, dan jarang sekali memaksa Kak Fa makan. Ya, Kak Fa tergolong anak yang gampang makan, malah kadang pengenan. Tadi pagi, kami Ayah menyiapkan nasi goreng dan sendoknya. Kak Fa mau makan sendiri, alhamdulillah. Setelah mandi pagi (mandi sendiri didampingi Ayah), kami melanjutkan sarapan. Karena adek susah makan, saya terpaksa mengajak mereka ke lapangan dan duduk sambil makan. Kak Fa sayangnya maunya disuapin bunda. Sehabis jalan-jalan, kembali kami ...

Menyiapkan Tantangan Baru

Hari ke 7 tantangan Kak Fa semakin membuat Bunda bahagia. Alhamdulillah sore mandi sendiri dan mandiin adeknya. Bunda mendampingi, dan instruksi untuk Kak Fa semakin sedikit dibandingkan awal mula Kak Fa mandi sendiri. Untuk itu, saya mencoba membuat tantangan baru untuk besok. Kak Fa selama ini memang terkadang mau makan sendiri, tetapi lebih sering disuapi bunda. Besok Kak Fa akan mulai belajar makan sendiri, dimulai dari 1 x makan sendiri per hari, semoga bisa meningkat di hari berikutnya. #harike07 #tantangan10hari #level2 #melatihkemandirian #kuliahbunsayiip

Melihat Anak Makin Mandiri

Gambar
Alhamdulillah sudah memasuki hari ke 6 tantangan 10 hari Melatih Kemandirian . Banyak perkembangan yang sudah Kak Fa capai, salah satunya inisiatif untuk mandi. Beberapa hari ini dia meminta mandi sendiri, tanpa bunda menawarkan apalagi mendesaknya. Mandi pagi dan sore berjalan lancar dan sekarang Kak Fa sudah mulai bisa memakai sabun merata ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, sore hari Kak Fa juga memandikan adeknya, dari mulai nyiram air, memakai sabun dan membilasnya. Bunda mau campur tangan tapi dilarang.  Selain mandi, saat mandi sore Kak Fa yang sempat berlama-lama asik menggosok gigi dengan pasta gigi rasa baru setelah pasta gigi lama habis. Mungkin dia suka rasanya, sehingga meminta 2 x sikat gigi, dan itu menurut saya bersih, jauh lebih bersih dari biasanya yang cuma sikat gigi kilat (alhasil gigi susunya sudah bolong sana-sini). Selain itu, tanpa sengaja Kak Fa juga mengajarkan dek Fa bagaimana sikat gigi. Adek mengikuti gaya kakaknya, baru berhenti setelah Kak Fa b...