Postingan

Menampilkan postingan dengan label sayang

Tabungan Mainstream

Recehan 500-1000 perak adalah barang yang diburu duo Fa. Terkadang mereka sampai berebutan koin hanya demi mampu memasukkan koin-koin itu ke dalam celengan. Awalnya kami mengajari nabung di celwngan buat melatih gerakan motorik mereka, sampai sekarang mereka sangat terbiasa. Tiap melihat receh langsung lari ke kaleng tabungan. Sebelumnya, kami memasukkan semua jenis koin ke dalam celengan. Setelah dibongkar, celengan berdimensi 1 L hanya terisikan puluhan ribu rupiah karena banyak koin 100-200. Di dalam celengan baru kami batasi, hanya koin 500-1000 saja yang ditabung. Selain itu dimasukkan ke kaleng infaq untuk masjid (ditambah yang kertas lho ya :p) Kemarin saya mendapatkan 2 uang koin 500an kembalian belanja. Saya panggil anak-anak, dan mereka satu per satu memasukkan koin, setelah itu mereka bertepuk tangan bahagia. Bahagia karena kaleng celengan sudah 4/5 terisi penuh. Kami bersiap merencanakan apa yang akan kami lakukan dengan koin-koin itu... #tantangan10hari #gameslevel8...

Hore Buku Baru

Gambar
Mengapresiasi anak bagi kami salah satunya dengan menghadiahkan buku. Masih jarang-jarang sih, tapi bisa membelikan buku adalah kebahagian tersendiri untuk saya. Apalagi setelah bukunya sampai, Kakak langsung apreciate banget dengan membawa bukunya kemana2 dan dicorat coret diwarnai. Ya gapapa, namanya buku aktivitas memang untuk itu. Saat buku baru datang, mereka melihat buntelan paket tapi entah ga tau harus bagaimana bukanya karena isolasinya kuat banget. Ikut ribut cari gunting, tapi berujung dibuka pake gigi bunda, hihi. Begitu lihat buku dan gantungan kuncinya, mereka langsung rebutan. Buku disamber kakak dan gantungan kunci adek. Kakak ngambek mau ganci, untung ada ganci hadiah dari om. Alhamdulillah, disampaikan buku ini untuk belajar dan bermain kakak. Bunda beli dari uang hasil jualan bukunya bunda. Karena kakak sudah jadi kakak yang baik, bisa bantuin bunda momong adek. Begitu, sehingga anak merasa dihargai dan terpacu untuk menghasilkan banyak kebaikan lagi. #tantanga...

Produksi Nugget Tahu

Gambar
Yuhu, kemarin gagal beli ayam giling jadi gagal bikin nugget. Tetiba di rumah kering kerontang ga ada apa-apa untuk dimasak kecuali 2 potong tahu. Kalau cuma digoreng anak-anak belum tentu mau makan. Jadilah kepikiran untuk mengolah nugget tahu. Saya ajak anak-anak untuk bikin nugget, dari mulai memetik daun pisang, sampai mengukus adonan mereka membantu sebisanya. Sampai akhirnya nugget siap digoreng saat mereka pulang dari bermain. Alhamdulillah modal 2 kotak tahu jadi 20 iris nugget yang dipakai untuk lauk makan siang dan malam. Emak tersalurkan keinginan masak nuggetnya, irit pula karena memanfaatkan bahan seadanya. Anak-anak belajar bikin nugget dan jadi punya lauk untuk makan yang rasanya scale up daripada tahu goreng saja. #tantangan10hari #gameslevel8 #kuliahbunsayiip #rejekiitupastikemuliaanyangdicari

Belanja

Sabtu lalu pas kebetulan takziah di tempat yang lumayan jauh dan melewati banyak supermarket, kami menyempatkan diri ke salah satu gerai supermarket. Niatnya mau beli ayam giling untuk bikin nugget. Ternyata lebih murah beli nugget jadi dari pada beli ayam gilingnya. Dan karena jarang ke supermarket, anak-anak bukan main girangnya. Mereka seolah-olah ingin mengambil apapun yang menarik dan memasukkannya ke troli. Mereka asik memilih, namun tak ada satupun yang masuk keranjang kecuali susu UHT. Ya, susu menjadi jajanan favorit mereka sejak mereka di mana-mana lebih dibolehkan beli susu UHT daripada yang lain. Awalnya saya sudah memilih susu 1L, biar irit. Tapi anak-anak kekeh mau susu kotak. Akhirnya, biar tidak kebanyakan minum susu (karena seberapapun banyak stok susu pasti akan habis oleh duo), susu 1 L diletakkan. Kamipun berjalan keluar menenteng tas belanjaan isi tepung, susu kotak, coffemix keluar, melupakan ayam giling yang niat ingsun mau banget dibeli untuk bikin nugget....

Kenapa Kak Fa Tidak Punya TV?

Kakak adik duo Fa lagi seneng main ke rumah tetangga yang kebetulan ada TV dan sering on saat mereka main. Saya ga masalah sih, toh ujung-ujungnya mereka asyik main pasir di depan rumah, tidak nonton TV. Tapi tadi tetiba kakak bertanya ke Bunda, kok di rumah ga ada TV sih? Ditanya begitu cukup hela nafas dan perlahan ngobrol sama kakak. Memangnya Kakak suka TV? "Kan bisa liay Upin-ipin" katanya. B: O, jadi suka TV karena ada Upin-Ipin. Emang kakak mau liat terus? K: Tapikan berubah-berubah kalau di TV itu. Mmm, di TV ada jerapah ga? B: Jerapah kan di leptop (terus nyanyi intro video jerapah dan dia ikut joget). Kan, di rumah udah ada laptop, ga perlu TV K: (udah ga pengen TV lagi) Begitulah, sebenernya anak kalau diajak ngobrol dan ketemu titik interestnya enak. Anak ga ngambek, emak ga capek. Uang juga tidak perlu melayang. #tantangan10hari #gameslevel8 #kuliahbunsayiip #rejekiitupastikemuliaanharusdicari

Menabung Deposito

Gambar
Kemarin kami berkesempatan silaturahmi dengan teman-teman panitia wisuda mtrikulasi IP Bogor. Saya berniat berangkat naik bis pusaka bersama anak-anak. Tapi sama ayahnya tidak diperbolehkan. Jadilah kami berangkat bersama sekaligus ayah mau ke bank untuk pembukuan deposito kakak dan adik. Uang THR mereka lumayan banyak, tidak mungkin kami masukkan ke celengan recehan di rumah. Deposito kami pilih biar jelas itu uang anak-anak, sedangkan di buku tabungan uang gaji ayah. Beberapa teman ada yang membukakan rekening tabungan junior di bank, tapi kami belum lakukan karena menurut kami ribet ke banknya untuk menabung. Sampai tempat makan, anak-anak ikut saya dan saya sampaikan ayah mau ke bank untuk simpan uang THR kakak dan adik. Mereka belum paham banget, tapi tetap kami beritahu. Pas sampai rumah, kami perlihatkan lembar depositonya dan disampaikan ada uang sekian milik kakak-adik di sini. Diambil besok-besok kalau butuh ya... #tantangan10hari #gameslevel8 #kuliahbunsayiip ...

Menahan Diri dari Jajan

Jajan itu memang racun untuk anak-anak saya. Terlebih karena di dekat rumah banyaaak sekali yang jual makanan. Anak-anak suka main gitu ke depan rumah yang jualan. Karena gak enak kalo cuman nongkrong doang, jadi terkadang beli. Eh, lama-lama keterusan. Kadang kemauan jajannya itu ga terbendung. Pusing jujur ngadepin anak yang pengen jajan. Apalagi sebenernya emaknya udah 'merasa' rajin masak, supaya mereka kenyang makan di rumah dan ga perlu jajan-jajan lagi. Saya sudah sampaikan ke anak, sesekali saja jajan boleh. Itupun jenis makanan tertentu. Bukan apa-apa, karena jajan itu sebenernya bukan pemenuhan kebutuhan primer. Dan terkadang malah membawa dampak buruk untuk kesehatan tubuh. Juga kesehatan kantong. Mereka meski masih anak-anak, perlu belajar untuk tidak jajan melulu. Hal ini bisa menjadi kebiasaan sampai saat esok mereka dewasa. Mencegah mereka dari pola konsumerisme perlu dilakukan sejak dini meski berat dan penuh tangis. Saya kadang menolak jajan, membiarkan...

Memilih Mainan

Gambar
Ada seorang sahabat saya yang sedang beralih profesi. Dari seorang wanita karir menjadi seorang full time mother. Kemudian, dia membuka lapak mainan preloved anak-anaknya. Saat itu saya berniat nglarisi karena tetarik dengan beberapa mainan yang preloved tapi masih baru bekas kado. Saya sampaikan keinginan saya ke suami, dan gagal di acc. Saat itu saya jawab asal aja, karena di rumah minim mainan dan ada mobil-mobilan yang dia suka mainin. Walhasil ngambek lah karena ga di acc. Tapi kemudian setelah calm down, kita ngobrol lagi jenis mainan apa yang baik buat anak dan bisa memmfasilitasi kreativitas anak. Sejauh ini cuma punya lego, puzzle sederhana dan pensil warna untuk oret-oret. Ya, kalau dipikir-pikir, lama juga sudah tidak membelikan mereka mainan. Terkadang mereka juga mau beli ketika melihat mainan. Kami ingat-ingat, mereka lagi suka sama mobilan dan juga mau mainan masak-masakan yang sebelumnya kakak mau beli tapi tidak di-acc karena kemahalan. Akhirnya, suami denga...

Gemar Bercerita

Alhamdulillah, memasuki hari pertama Ramadhan berbarengan dengan tantangan baru di Bunda Sayang. Temanya adalah "Setiap Anak adalah Bintang". Kali ini, saya akan mengamati potensi Kakak Fa. Apa aja sih yang bisa dikembangkan dari potensinya? Melalui beberapa pengamatan (bukan hanya kemarin saja, hihi), Kakak ini termasuk senang bercerita lho. Tapi pronounce kata dan penguasaan vocabularynya sayang masiiih sangat terbatas. Untuk meningkatkan kemampuan bahasanya, saya mengupayakan untuk membacakannya buku, mengajaknya bercerita. Seperti semalam, dia membaca Gajah Abrahah yang dia hampir hafal seluruhnya. Namun ada beberapa kata yang hanya dia mampu ucapkan tapi belum mengerti. Untuk itu, sambil membaca, juga sambil ditunjukkan apa itu gading, belalai, pemburu dan lain-lain. Eh, tetiba kakak ingat, sebulan lalu habis lihat gajah. Saya memancingnya dengan bertanya, oya? Kapan? Dimana? Bagaimana gajahnya? Dll. Dia pun menceritakan gajahnya jauh sekali, naik kereta (iya, kare...

Pohon Literasi

Gambar
Aslinya, tantangan level 5 ini, selain menstimulasi anak suka membaca, orang tua juga harus baca lho... kalau saya, saya baca terus tiap hari, bacain bacaan anak-anak, yang kebanyakan diulang tiap harinya. Saya sih inisiatif ambil yang lain, tapi anak tetep punya mau sendiri, dan akhirnya ikut maunya anak... Kadang, saya yang merasa hafal nekat aja mau story telling, eh, si anak tetep maunya dibacain... yah, baca lagi yang itu2 terus ya Nak, sabar, setiap hari ceritanya ga sama persis, hehe... Yang kasian juga adek, kaya kemarin minta dibacain burung dan nabi ibrahim, sama kakaknya disrobot ga boleh, akhirnya bunda baca kisah Nabi Ismail deh... cup cup adek, semoga kalau we time berdua bisa puas-puas baca yang dimau adek ya... Tantangan pohon pun dikejar 2 hari ini, namun masih belum selesaiii, tinggal isi, tapi rebutan ama anak... dan alhasil si pohon di orat-oret sendiri sama mereka :( tapi gapapa, kan emang itu pohon kaliaaan. Maaf ya Nak, cuma 2 buku bunda bacakan hari ini,...

Ketika Anak Suka Dibacakan Buku

Wah, mode males emak masih on sampe hari Ahad. Bener-bener full kegiatan sampe ngantuk tak tertahankan. Akhirnya jam 7 malem dengan alibi menemani Adek tidur, bunda ketiduran sampai pagi harinya. Dan ternyata alhamdulillah, ayahnya bacain banyak buku. Mulai dari buku anak-anak sampai buku sejarah yang memang lagi dibaca ayahnya. Sayang, ayahnya ga inget pasti bacain apa aja, tapi antara lain 99 Doa Pilihan, kisah Nabi Musa dan Syu'aib, dan Dari Puncak Baghdad. Selain itu, kakak juga hafalan diulang-ulang surat al Fatihah dan beberapa doa. Akhirnya mereka berdua tidur, adek jam 9 dan kakak jam 10. #harike03 #tantangan10hari #gamelevel5 #kuliahbunsayiip #fothistochangeimustchangefirst

Menumbuhkan Minat Baca Anak

Membiasakan anak membaca dimulai dari kebiasaan orang tuanya membaca. Dan orang tua juga harus mengalahkan segala rasa lelah untuk membacakan anak berbagai buku cerita. Lelah dan terutama malas bener-bener musuh yang harus dilawan supaya budaya literasi anak-anak bisa tumbuh, dan tetep tumbuh subur dikala keinginan membacanya kuat. Hal ini yang saya rasakan di weekend kemarin yang lumayan banyak agenda offline dan kerjaan online... akhirnya ke skip hari kamis ga baca, jumat baca banyak banget, dan sabtunya alhamdulillah masih bisa baca walau sedikit. Dan keinginan membaca ini alhamdulillah lahir murni dari anak-anak. Jujur, sayanya sedang pusing dan lelah. Karena itu tidak banyak mengajak mereka membaca. Adek minta dibacakan burung hud-hud seperti biasanya, dan kakak doa-doa pilihan, gajah abrahah, dan kisah nabi Muhammad. Alhamdulillah, masih pada semangat baca meski ibunya ogah-ogahan. Yuk bunda, lawan lelah dan malas supaya anak semakin gemar membaca. #harike02 #tantangan10ha...

Belajar Gaya Belajar Anak

Setiap anak itu unik dan memiliki cara belajar tersendiri. Seperti diketahui, ada beberapa tipe belajar anak, visual, auditori dan kinestetik. Bisa saja anak memiliki ke-3 tipikal belajar ini, tapi pasti ada salah satu yang dominan. Bagaimana mengetahuinya? Dari mengamati keseharian anak tentunya. Pada kesempatan ini, saya ingin mengamati tipe belajar visual. Dalam materi Bunda Sayang level 4, ada beberapa ciri yang dipaparkan, yaitu; 1. Bicara agak cepat Ya, Kak Fa termasuk anak yang bicaranya agak cepat. Baru saya sadar tadi ketika dugem bersama emak yang mengomentari Kak Fa yang lucu banget bicara cepet. Selain bicara cepet, dia mulai suka sekali bercerita... 2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi Nah, yang ini belum terlalu terlihat, cuma Kak Fa saat ini dalam kondisi suka pilih-pilih baju yang mau dipakai, seperti pagi tadi dia memilih memakai baju gaun bagus hanya untuk bermain di rumah. Tapi, memang anak cewek nalurinya suka yang cantik-cantikan? s...

Belajar Menyambut Tamu

Hari Kamis (11/1), kami sekeluarga belajar menyambut tamu di rumah. Agendanya memasak burjo dan menata rumah. Dua kegatan ini kami lakukan dalam rangka memuliakan tamu, biar tamunya senang juga mengunjungi rumah kami. Alhamdulillah sejauh ini kami sangat senang saat ada tamu bertandang ke rumah. Apalagi jika anak kecil yang datang, kakak sangat senang mempunyai teman untuk diajak bermain. Saya sengaja ga bikin camilan macem-macem karena tidak memungkinkan memasak sambil membersamai anak main. Selain itu tamunya (teman-teman arisan saya) bawa makanan sendiri (hehe). Tapi ya tetep ada lah ya yang disuguhin, makanya memilih masak burjo yang praktis. Beli santan parut sama tinggal rebus kacang ijo, bisa disambi beberes. Pagi kami habiskan dengan bermain seperti biasa, jalan-jalan keluar rumah. Setelahnya anak-anak tidur, saya malah ngurus lipatan baju. Lumayan sejam disambi-sambi ternyata ga selesai sampai anak-anak bangun. Awalnya memang cuman melipat baju, tapi ujung-ujungnya membere...

Ada Cinta Dari Dapur

Rabu (10/1) dimulai dengan hari yang berat untuk saya karena dari pagi anak-anak sudah ribut. Selanjutnya, demi menghilangkan stress, saya memilih melakukan pekerjaan ringan tapi menyenangkan untuk anak-anak. Akhirnya pagi itu saya sukses mengatasi stress saya dengan membuat rumah bertabur kacang hijau. Saya sengaja memilih membersihkan kacang hijau 1/2 kg untuk dilakukan bersama anak-anak. Kakak berlatih mengucapkan kacang hijau dan bunda memberi pengertian kacang hijau mau dipilah, "yang bagus diletakkan di wadah dan yang jelek di plastik, oke?". The answer was "oke", but in reality, Kakak just help me spread out the mung bean in the floor, the same thing her little sister did. Saya sih santai saja, membiarkan mereka mainan kacang hijau di lantai. Sesekali mengingatkan untuk memasukkannya ke dalam wadah. Tapi apa mereka mau? Sama sekali tidak, malah tambah "semebar" kemana-mana. But i did enjoy that moment. Karena 3 jam saya hanya duduk memilah dan m...

Mendekatkan Anak dengan Al Qur'an

Al Qur'an merupakan petunjuk hidup orang di dunia. Ibarat mesin elektronik yang dibuat dengan buku manual, maka Allah juga menciptakan manusia diaertai petunjuk pedoman hidupnya. Supaya bisa menjalani hidup dengan benar, maka Al Qur'an wajib dibaca dan dipahami. Untuk membiasakan anak supaya mau dan mampu membaca Al Qur'an, maka orang tua berkewajiban mendekatkan anak ke Al Qur'an sejak dini. Kami berusaha mendekatkan mereka dengan memberikan teladan tilawah Al Qur'an setiap hari. Memamg membiasakan sesuatu hal pada anak-anak paling efektif adalah dengan memberikan teladan. Meski bagi saya sendiri masih PR besar untuk konsisten 1 juz per hari, namun saya benar-benar mengusahakan mengaji tiap sempat. Idealnya memang meluangkan waktu tertentu, akan tetapi ada saja godaannya. Seingkali baru buka mushaf, mushaf direbut kemudian dibaca "a'udzubillah" berulang-ulang oleh anandam ataupun baru buka selesai ta'awudz si kecil menutup mushaf dan minta ...

Melatih Ketangkasan Anak

Hari Sabtu (6/1) kemarin kami sekeluarga beramai-ramai main di lapangan. Kegiatan yang kami lakukan adalah olah raga sore, bermain badminton, sepeda dan sepak bola. Anak-anak memang senang dengan aktivitas outdoor. Sehari-hari mereka pasti ke lapangan entah hanya untuk main lompat tangkap sama bunda, lari-lari dan bahkan naik sepeda. Oya, jalanan di kompleks perumahan kami rusak parah, karena itu anak-anak suka sekali main sepeda di lapangan voli yang alus. Bukan hanya anak saya, tapi juga anak-anak yang lain, bahkan jika ingin main sepatu roda mereka harus jalan ke lapangan dulu. Nah, sebenarnya juga kami tidak punya bola sepak. Pas di jalan lihat ada bola, sama adek langsung diangkut. Selanjutnya ayah minta ijin untuk memakai bolanya dan dipebolehkan (gimana enggak boleh, udah dibawa adek). Jadi, Ayah sore itu bermain multi peran, partner badminton bunda juga pelatih bola adek sambil mengawasi kakak maen sepeda. Bunda mah fokus aja badminton membakar lemak, haha :D Nah, selain me...

Belajar Melalui Lagu

Ahad (7/1) kemarin Bunda menderita perut tidak nyaman, dan alhasil tidur hampir 15 jam seharian. Meski lagi ga enak body proyek tetap harus dijalankan. Kakak sih sebenernya yang bener-bener antusias malah melakukan tantangannya. Sedangkan bunda hanya bebaring di atas kasur sambil meninabobokkan si kecil. Ya, kami hari itu belajar kosa kata dengan lagu "Tik tik tik bunyi hujan di atas genting...". Kami bernyanyi sekaligus bermain peran. Kakak sebagai Bu Guru memegang mikrofon (lampu LED yang sudah mati) bernyanyi terlebih dahulu. Setelah selesai, mikrofon diserahkan ke bunda dan bunda harus mengulang nyanyiannya. Riang bukan main anak-anak melihat kekonyolan bunda bernyanyi dengan mikrofon. Bunda berusaha menyanyi dengan mempertegas kosa kata yang belum bisa kakak lafalkan dengan benar, seperti genting, air, turun, terhingga, dahan, ranting dan pohon. Selain belajar kosa kata, Kakak tentunya belajar dan mengenang memori menyenangkannya tentang hujan. Di kala hujan datang k...

Berkunjung ke Perpustakaan

Salah satu rencana yang kami susun di akhir tahun kemarin adalah menumbuhkan budaya literasi keluarga. Kegiatan yang diagendakan salah satunya berkungjung ke perpustakaan setiap 2 minggu sekali. Dan jum'at kemarin tiba saatnya jadwal kami pergi ke perpustakaan di Dompet Dhuafa Pendidikan. Beberapa hari sebelumnya anak-anak sudah disounding dan mereka antusias sekali, selain karena ke perpus DD sama dengan ikut ayah ke kantor, juga di sana mereka bisa puas bermain ayunan, lego, lari-lari di lapangan bola, dsb. Kebetulan kantor ayahnya terletak di Lembaga Pengembangan Insani dan dekat dengan Zona Madina DD. Jadi sudah lengkap deh fasilitasnya. Di LPI, ada PAUD dan TK, jadi mainan anaknya lengkap, ayunan, ptosotan, jungkat-jugkit, jembatan, panjatan, dll. Ada juga Pusat Sumber Belajar yang kids friendly banget, kantin, masjid, lapangan dll. Di ZM ada kantin aneka makanan, saung, lahan outbond, masjid Al Madina yang bikin mata anak-anak dan emaknya berbinar, kolam ikan serta playgrou...

Proyek Menumbuhkan Kecerdasan Ananda

Game level ke 3 ini berbeda dari yang kemarin-kemarin. Lumayan bikin mikir dan pusing kepala eyke. Nah, apa ya kira-kira proyek yang cocok dan pasangan yang akan dijadikam target? Mengingat game baru saja dibagikan tadi pagi dan seharian sinyal habis sehingga baru tau detil sore ini, saya berusaha mikir dan mencerna dengan cepat. Namun tidak mudah, karena bab kecerdasan ini hal yang baru bagi saya dan termasuk materi golongan berat. Sampai saat menulis inipun saya masih menggali ide apa yang akan kami keluarkan dan kira-kira realistis untuk kami jalankan. Apa sih yang anak-anakku suka? Kakak Fa anaknya suka mengamati dan suka utak-atik. Adek Fa juga sama aja, tapi dia sampai taraf ketika asik bermain dan tidak diganggu dia benar-benar bisa anteng. Kakak karena sudah 3 tahun, mulai suka dibacakan buku dan mulai mengenali cerita. Dia mulai bisa mempertahankan keinginannya, hal yang membuat bangga namun sekaligus membuat saya memutar otak untuk berkompromi dengannya. Oia, hari ini...